Ungkapan
“Buku adalah jendela dunia” yang kemudian disambung dengan “Membaca adalah
kuncinya” secara jelas menggambarkan betapa besar manfaat yang diperoleh dari
kegiatan membaca. Dengan membaca, seseorang dapat memperluas pengetahuannya,
dan kemudian mampu memposisikan dirinya dari keadaan tidak tahu menjadi tahu.
Sayangnya, tidak semua orang gemar membaca. Oleh karenanya, sangat baik jika kegemaran
membaca ditumbuhkan dalam diri anak sejak dini.
Lingkungan
keluarga, terutama orang tua memiliki peran krusial dalam menumbuhkan kegemaran
membaca dalam diri anak. Gemar membaca ini dapat ditumbuhkan sejak anak berusia
2 tahun, setelah anak telah mampu mempergunakan bahasa lisan. Cara yang mudah
dilakukan ialah dengan membacakan ceritera yang disukai oleh anak. Membacakan
ceritera yang dapat dilakukan pada saat anak hendak tidur atau pun di waktu
lainnya ini diyakini dapat memotivasi anak untuk gemar membaca.
Dalam
tipsnya, Moya Dixon menjelaskan bahwa anak-anak akan sangat senang ketika
mendengar sebuah ceritera menarik dibacakan untuk mereka. Saat itu, anak
diberikan pertanyaan tertentu terkait apa yang dibaca. Anak juga diijinkan
untuk membaca satu atau dua baris, tetapi yang paling utama ialah proses
membaca harus dilakukan dengan penuh cinta, pemahaman, dan juga kasih sayang.
Bacalah buku yang menginspirasi, memotivasi, dan buku yang disukai oleh
anak-anak.
Selain itu,
sesekali anak perlu dibawa ke perpustakaan dan ditunjukan bagaimana caranya
membaca di perpustakaan guna meningkatkan kecintaannya pada buku. Kebiasaan
seperti itu hendaknya terus diupayakan, sehingga anak memiliki disiplin
membaca. Jika terus-menerus dilakukan, sudah tentu anak akan gemar membaca dan
semua jenis bacaan akan dilahap habis olehnya.

