Senin, 30 Mei 2016

UNTAIAN MIMPI UNTUKMU


Pukul 16.30. Saat itu hari bertanggal 30 dan berbulan Mei. Ketika senja belum merona dan malam belum pekat, dunia disapanya dengan tangisan yang melengking indah, persis seperti suara ibunya, merdu, menggoda hati. Di sebuah lembah berjarak beberapa kilometer dari negara tentangga, Timor Leste, ia melantunkan nada kehidupan, saat kopi pahit ayahnya belum kosong dari gelas lantaran menemani ibunya menanti.

Menahan sakit, ibunya menggendong dia. Sembari tersenyum, bayi mungil itu lantas diberikan kepada sang ayah yang spontan membisikan untaian doa Bapa Kami dan Salam Maria ke telinga mungilnya. Ia terhenti dari tangisnya ketika bisikan doa ayahnya sayup-sayup terdengar.

Gisela Vanessa Elani Kolo namanya. Terinspirasi dari sang ratu Hungaria, ibu dari Santo Emerik, nama Gisela diberikan sang ayah kepadanya dengan sebuah mimpi besar agar kelak ia menjadi seorang pemimpin tangguh yang mampu memimpin dengan kecerdasan dan kemurnian hati. Seorang pemimpin yang elok parasnya seperti kupu-kupu. Itulah sebabnya, Vanessa melekat di belakang nama panggilannya, Gisela. Elani yang bermakna cahaya kemudian mengandung harapan agar ia menjadi cahaya bagi keluarganya, keluarga Kolosain.

Namun, tentu dalam buaian tangis dan tawanya, ayah ada ibu hanya dapat berharap sembari berjuang menggapai mimpi yang terpatri di balik namanya. Dunia telah disapanya, pagi telah disambut dan malam telah dinanti, maka biarlah kehidupan ini dijalani olehnya dengan impian dan mimpinya akan dunia ini. Entah apa pun itu nantinya, Sang Pemilik kehidupannlah yang menjadi nahkodanya. Untaian doa yang dibisikan di telingannya senja itu biarlah terus terngiang di telingannya di tengah bisingnnya dunia ini. Dalam untaian nada doa itu, Sang Kuasa senantiasa merengkuhnya dalam sayap kasih yang tak pernah patah. 
Share:  

0 komentar:

Posting Komentar